DeepFake

Seingat saya dulu pernah ditodong dengan pertanyaan : Apa yang harus dilakukan manakala pacar mulai meminta mengirimkan video dada atau video kita sedang memainkan kemaluan kita?

Ini kejadian dong ke Helen, adik kelas saya waktu di NUS belum lama ini.

Omg anak jaman now kelakuannya hahahaa…

(Ilustrasi video hasil pengolahan teknologi deepfakes)

sebagai kakak kelas, saya sampai menepuk jidat mendengar pemaparannya yang menegangkan itu, tapi solusi yang diberikan sungguh…aduh saya sampai speechless! kamu nilai sendiri deh sebab waktu itu dia nggak 100% sober hahaha.

Banyak wanita ketika dihadapkan pada situasi di atas, mereka bakal menerapkan “strategi Perang Dingin untuk saling menghancurkan”, iya intinya mereka akan meminta si cowok melakukan hal yang sama agar ketika nanti barbuk skandal panas mereka tersebar posisi keduanya sama-sama kuat.

Sayangnya itu bukan Helen banget.

Helen justru datang memberikan sebuah win-win solution. Sebuah strategi yang berakhir damai tanpa harus berakhir baku hantam, ribut, adu mulut, dan saling menghacurkan.

Penasaran? Kamu bakal mengetahuinya sebentar lagi.

Perkenalkan ini, well uhm…ah, sudah tidak perlu dijelaskan deh [1]

Helen, si anak teknik yang brilian ini, memaparkan sebuah strategi versinya sendiri manakala sang pacar sewaktu-waktu memintanya memberikan video-video nakal.

Strateginya kurang lebih seperti ini:

1 . Helen menyarankan pacarnya untuk mengupgrade Graphics Card yang dia punya: minimal ke Nvidia GTX 1080 dengan VRAM minimal 8 Gb.

2. Helen kemudian meminta sang pacar menyiapkan base model yang disukainya. Ini mungkin agak bias namun bila kita judging dari kelakuan pacarnya yang lancang itu, kemungkinan besar si cowok ini tidak akan mengalami kesulitan yang berarti waktu disuruh menyiapkan “base model yang disukainya”. Yah, dari sebegitu banyak koleksi-koleksi yang dimilikinya pasti ada lah satu dua pornstar yang mirip sama Helen, baik dari segi wajah ataupun tubuh.

3. Setelah itu Helen bakal mengirimkan foto-fotonya dari berbagai angle dan berbagai pose (foto-foto yang normal of course). Lalu saya berpikir, yaa, mau gimana lagi? Mau ngga mau memang harus kita kasih training data yang banyak ke sistemnya supaya nanti hasilnya bagus dan enak ditonton.

4. Tak lupa, Helen juga meminta pacarnya menyiapkan aplikasi yang diperlukan berikut driver CUDA terbaru, tensor flow, python versi terbaru segala macem, semua harus terinstal properly di sistem PC pacarnya.

5. Nah, sambil menunggu pengolahan dari semua training data yang diberikan untuk digabung ke base model yang diinginkan, kalian bisa berdiskusi tentang hal-hal lain yang lebih hakiki seperti:

Mengapa banyak programmer terobsesi dengan kucing?

Jawaban Anonim untuk Apa saja sisi gelap dari mahasiswa yang kelewat cerdas (highly intelligent scholar)?

Jika kiamat terjadi pada hari jumat, bukankah ketika dia terjadi pada hari jumat di sebuah tempat, masih ada tempat lain yang masih hari kamis atau hari sabtu? Atau bagaimana?

Mengapa angka kematian pasien Virus Corona di Italia makin meroket melebihi jumlah kematian pasien di Tiongkok?

6. (Opsional) Setelah hasil videonya rampung, Helen akan mengajak pacarnya nonton bareng guna meninjau bagian-bagian mana yang masih perlu improvement dan penyetelan apa saja yang dirasa tidak perlu untuk membuat waktu pengerjaan menjadi lebih ringkas dan efisien.


Jadi itulah dia 6 langkah mudah yang bisa dipraktekkan begitu masalah ini datang menghadang.

Helen juga bilang begini, dengan strateginya ini kalian bisa mengaddress 2 masalah sekaligus:

  1. Kalau hubungan kalian langgeng setidaknya “skill penguasaan” machine learning, neural networks dan deep learning pacarmu meningkat seiring berjalannya waktu.
  2. Kalau sewaktu-waktu hubungan kalian kandas, lalu dia mengancam/blackmail bakal nyebarin video deepfakes yang dia buat sendiri, well, sebarin aja wkwkw. Loh kok begitu? Lalu dijawabnya: Karena bakal backfire ke dia sendiri😂. Orang-orang bakal berpikir, “Nih orang kenapa sih, bucin amat sampe bikin video deepfakes ngga jelas gitu. Dasar cabul!” See?? Reputasi aman terjaga!

Kesimpulan:

Mahasiswa unik seperti Helen ragu apakah masalah modern seperti ini masih bisa diselesaikan dengan solusi tradisional (old school), bukankah “modern problems require modern solutions”?

Nah, alih-alih terjerumus ke dalam strategi Perang Dingin yang berakhir loose-loose, kenapa nggak kamu coba strategi modern yang win-win tanpa harus merasa risih apabila sang pacar sewaktu-waktu memintamu memberikan “video-video nakal”.

Ini juga lantas membuat saya berpikir, Oh iya benar juga.

Apalagi sekarang sedang jamannya lockdown di bbrpa negara, pasti kegabutan menghantui dan ini amat membosankan. Jadi daripada gabut kita bisa bikin video deepfakes untuk mengisi waktu. Kamu makin disayang karena ” open minded” dan pacar kmu pun senang karena kemauannya dituruti (technically). Dan Helen ini sebenarnya agak nakal juga orangnya, cuma dia nggak mau rugi. Lagian jaman sekarang apa sih ngga bisa diusahakan?

Sekian dari saya semoga ada manfaat yang bisa kamu ambil.

LD

Catatan Kaki

[1] I created my own deepfake—it took two weeks and cost $552

SUMBER : https://id.quora.com/Apa-saja-sisi-gelap-dari-mahasiswa-yang-kelewat-cerdas-highly-intelligent-scholar